63 Kepala Sekolah SMP di Bulukumba Ikuti Sosialisasi IGA AWARD, MKKS Dorong Penguatan Indeks Inovasi Daerah
BULUKUMBA — Sebanyak 63 kepala sekolah SMP se-Kabupaten Bulukumba mengikuti sosialisasi dan pendampingan penginputan inovasi melalui aplikasi Innovative Government Award (IGA) 2026, Senin (31/8/2026). Kegiatan yang digelar di SMP Negeri 26 Bulukumba ini menjadi bagian dari upaya MKKS SMP Kabupaten Bulukumba mendorong sekolah lebih aktif mendokumentasikan dan melaporkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam mengejar target Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026 menuju predikat Kabupaten Terinovatif.
Kepala Bapperida Kabupaten Bulukumba, A. Irma Darmayanti Untung, ST, MM, terus mendorong penguatan ekosistem inovasi daerah. Komitmen itu ditindaklanjuti Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida, Anugrahwati Husain, S.Si., melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan satuan pendidikan.
Di tingkat SMP, gerakan tersebut direspons MKKS dengan mengajak seluruh kepala sekolah mengenali kembali berbagai praktik baik yang telah berjalan di sekolah masing-masing. Sebab, banyak inovasi pendidikan yang telah memberikan manfaat, tetapi belum terdokumentasi dan terinput secara optimal sebagai bagian dari inovasi daerah.
Para kepala sekolah dibimbing mulai dari mengidentifikasi inovasi, menyiapkan data dan dokumen pendukung, hingga melakukan simulasi penginputan ke dalam aplikasi.
Ansar Langnge menegaskan bahwa inovasi tidak harus selalu berupa program besar. Perubahan sederhana yang mampu menyelesaikan persoalan, meningkatkan efektivitas layanan, atau memberikan manfaat bagi peserta didik juga merupakan bagian dari inovasi yang perlu didokumentasikan dan dikembangkan.
«“Setiap sekolah memiliki inovasi dan praktik baik. Kita perlu memastikan inovasi tersebut terdokumentasi, terukur, dan terinput dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Bulukumba,” ujar Ansar.»
Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya inovasi. Kepala sekolah tidak cukup hanya menjadi pengelola satuan pendidikan, tetapi juga harus tampil sebagai penggerak perubahan.
“Sekolah harus terus bergerak, beradaptasi, dan berani melakukan perubahan. Inovasi harus lahir dari persoalan nyata, memberikan dampak, kemudian diukur dan dievaluasi,” tambahnya.
Pendampingan yang berlangsung intensif tersebut menunjukkan hasil positif. Hingga Senin sore (31/8/2026), sebanyak 444 inovasi telah terinput ke aplikasi IGA AWARD 2026. Dari jumlah tersebut, 82 inovasi telah terkirim dengan nilai kematangan 85 ke atas.
Capaian ini menjadi indikator bahwa satuan pendidikan memiliki potensi besar untuk memperkuat inovasi daerah. Lebih dari sekadar mengejar angka, setiap inovasi diharapkan benar-benar menjadi solusi yang berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan kepada peserta didik serta masyarakat.
IGA 2026 sendiri merupakan ajang apresiasi inovasi pemerintah daerah yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri RI. Penilaiannya berorientasi pada efektivitas inovasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan hilirisasi riset.
Melalui kegiatan ini, MKKS SMP Kabupaten Bulukumba berharap budaya inovasi semakin kuat di setiap sekolah. Inovasi tidak berhenti pada penciptaan program, tetapi dilanjutkan dengan dokumentasi, pengukuran dampak, evaluasi, dan pengembangan secara berkelanjutan.
Dengan 63 kepala sekolah yang bergerak bersama, MKKS optimistis sekolah dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem inovasi Kabupaten Bulukumba.

0 Komentar